Sejenak aku merasa, kamu adalah sahabat yg setia. Kamu diam di pangkuanku, diam merasakan usapan-usapanku, sesekali kamu menatap wajahku, menatap lekat-lekat, seperti mencari tahu apa yg kurasakan. Tapi aku hanya diam, memandang dua bola matamu hingga lahir rasa ingin mencium keningmu. Kamu tetap diam, seolah keheranan.
Kenapa???
Kenapa??
Ada ciuman itu??
Kamu enggan, namun ingin. Kau balas aku dengan ciuman di setiap inchi wajahku. Aku bahagia.. aku menikmatinya. Kita seperti telah lama bersama, aku mencondongkan tubuhku, meraihmu. . mendekatkanmu pada tubuhku, dan kupeluk kamu seerat-eratnya. Kuciumi kedua kelopak matamu, kuyakini. . kita saling mencintai. . dan… air mataku tak terbendungkan lagi. Kamu mengusapnya… pelan..
Aku tahu… aku mengerti maksudmu. Apa kamu juga merasakan kepedihan dlm hatiku. .? Apa kamu tahu betapa sakitnya semua ini? Iyaa.. iyaa… aku mencintaimu… mencintaimu dengan sepenuh hati.. kita pasti akan terus bersama hingga maut memisahkan. Meski.. kamu ingin terus berlari… terus bermain.. terus mencinta.. terus bebas melepas…
Aku tetap menerimamu.. aku tetap menginginkanmu..
Jadi, tolong… tolong aku… satu permintaan tulus dari dalam hatiku.. #janganmenggonggong..
*** Kalo bisa anjing itu menjawab, mungkin dia akan menjawab seperti ini….
Lalu aku menjilat-jilat sembari mengitari tubuhmu..aku semakin bersemangat ingin sekali kamu menggendongku..aku tau rasanya dicintai, inilah caraku berterima kasih padamu, menghampirimu setiap kamu datang, menyalak-nyalak tandanya aku perhatian sama kamu..tapi maaf, hanya menggonggonglah yang aku bisa selagi menikmati cintamu sayank.. :*
*** Setelah aku pura-pura untuk menjadi anjingnya, berlagak seperti anjing, kamu hanya membaca pesan itu. Lama kunanti jawabmu… Tidak biasanya ketika aku menulis panjang-panjang kamu hanya membacanya.
“Kamu kenapa sayank?”
“Nggak apa-apa :D”
“Di balik kata ‘nggak apa-apa’ itu ada maknanya”
“Apaaaa… :D”
“Berarti ada apa-apa”
“Apa loohhh dhink…?? Hehehehe”
“Embuuuhh.. Aku bukan dukun”
Lalu kembali lagi kamu tak menjawab pesanku, ya mungkin pesan yang tak perlu mendapat jawabnya, karena bukan pertanyaan. Tiga puluh menit aku menanti jawabmu dan sesekali aku hanya memastikan pesanku berubah dari ’D’ ke 'R’. Benar sekali.. Tiga puluh menit kemmudian, kamu mengirim gambar yang tulisannya seperti di bawah ini..
*di balik 'cie’ ada 'kecemburuan’ di balik 'gpp’ ada 'masalah’ di balik 'terserah’ ada 'keinginan’ di balik 'ya udah’ ada 'kekecewaan’
“Hmmm… Iya kan..”
“Icik..icikkk ehemmmm.. Iyaaa… ({}) Dhink… Tau ga?”
“Ga tau… Apaaaa???”
“:D sedikit perhatian dari org yg kita sayang itu..bisa jd obat yg luar biasa… ({}) Puji Tuhan”
“Akhirnya… :D akhirnya ada yang perhatian”
“Hhahha..huhffhh.. Seseorang itu..bahagia dlm diam..saat aku bahagia. . Tp penuh perhatian saat aku berduka…({}) #cinta”
*menulis lagi pesanmu yang bikin aku nangis malam ini :’)










0 comments:
Post a Comment