James Derulo's

Portfolio

Ketika Aku Sakit (dua)

Leave a Comment



sambungan dari sebelumnya...

sakitku yang nggak kunjung sembuh itu jadi memaksakan aku untuk pergi ke dokter, padahal aku tau kalo ini mendekati hari raya lebaran dan dokter2 itu tak ada yang praktek, adanya waktu itu bidan. Ya terpaksa kesana daripada nggak dapat obat. Sesampainya di bidan, bidannya juga heran, selain bukan ahlinya mungkin ini penyakit aneh, awalnya dikira kena chikungunya karena saat itu lagi musim dan banyak yang kena, pas ditanya "ngilu2 ngga sendinya?", aku menggelengkan kepala. "hmm atau ginjal ya..boyoken ngga?".. lagi2 aku menggelengkan kepala. Untuk sementara dikasih puyer untuk yang gatel-gatelnya ya.. Aku mengiyakan dan langsung pulang, langsung kuminum obatnya seraya ini berdoa ini bulan apa2, sampai besoknya kok sepertinya obatnya nggak ngefek. Aku yang males minum obat segera menghentikan rutinitas minum obat itu, dan sesekali masih melumuri seluruh badan ini dengan minyak kayu putih berharap gatalnya hilang.
Besoknya adalah hari dimana aku kompre, udah malem tidur cuma sejam, kaki semakin bengkak, pandangan semakin kabur hingga melihat slide di laptop aja nggak kelihatan, sebenarnya juga sambil akting juga sih, biar dikira sakit dan pertanyaannya nggak susah2. Tapi dosen2 nggak ada yang mau tau...alhasil aku tidak lulus, dan harus mengulanginnya... *8skip
Saat itu hari raya, dimana yang lain pada merayakan dengan gembira, aku hanya terkapar di kasur, sambil sesekali update status tentang keadaanku yang aneh ini. Banyak sih teman2 yang nanya dan simpati untuk menyuruuh ke dokter aja, tapi kubilang "ini hari raya mana ada dokter yang buka praktek?"
Lalu sahabatku dari TK datang menjengukku, aku sama sekali nggak tau itu mereka, karena mataku tak jelas melihatnya, "monggo mbak, pinarak", kukira tetangg
aku yang kembar belakang rumah. "Heh ndeng, koen loro opo?", mereka sepertinya kwatir melihat keadaanku.
"Yo ngene iki, gatel2 karo abuh sikilku"
"Ayo wis nang rumah sakit ae, daripada koen loro aneh ngene"


Dan dengan sigap, akhirnya saya dibawa ke RS. Wava Husada sama temen2 ini. Langsung ke UGD setelah perjalanan panjang, dengan naik taksi (wwweew, jarang2 lho di Karangkates ada taksi), dengan jalanan macetm karena ini hari raya pertama, Di UGD saya masih bisa jalan sendiri dengan terseret-seret.
"Siapa ini yang sakit?"
"Saya suster", aku mengacungkan tangan
"Ohh.. keluhannya apa mbak?"
"Kaki bengkak, dan seluruh badan gatal, juga ini pandangan mata agak blur"
"Ok, saya tensi dulu ya, silahkan naik ke bed"
Baiklah akhirnya aku di tensi sama suternya, sampek ping bolak-balik, karena mungkin dia gak yakin sama angkay yang ditunjukkan sama tensimeter itu.
"Kenapa suster, kok bolak-balik tensinya?"
"
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.

Ads Top

About Me

My photo
Malang
dian arum widayanti mahasiswa abadi yang akhirnya lulus juga, mengalami gagal ginjal adalah cara Tuhan memperlihatkan CintaNya kepadaku, dan itu bukan membuatku gagal dalam berbagai hal

Followers

Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail
Powered By Blogger

Blog Archive

Translate

Pages

Twitter

Follow dhink2 on Twitter

Facebook

Advertising

Popular