James Derulo's

Portfolio


GOD SAW IT TOO..

Psalm 31:7

"You have seen my troubles, and you care about the anguish of my soul."

..... 

Beberapa luka tak bersuara. Beberapa pergumulan tak pernah dibagikan. Kita menjalani semuanya dalam diam, patah hati, pengkhianatan, masa penantian dan bertanya-tanya apakah ada yang memperhatikan.

Tetapi Tuhan juga melihatnya.

Dia melihat saat kamu ingin menyerah tetapi tidak. Dia melihat air mata yang kamu hapus sebelum orang lain menyadarinya. Dia melihat doa-doa yang kamu panjatkan ketika tak seorang pun mendengarkan.

Dan Dia peduli.

Tuhan tidak hanya mengamati dari kejauhan, Dia dekat dengan mereka yang patah hati. Setiap pertempuran yang sunyi, setiap kesedihan yang tersembunyi, setiap tindakan keberanian yang kamu pikir tak terlihat, Dia melihatnya, dan Dia menopang agar kamu melaluinya.

Kamu tidak diabaikan. Kamu tidak dilupakan. Tuhan yang melihat, memahami, dan mengasihi... tidak pernah melewatkan satu hal pun.

❤️


Sejenak aku merasa, kamu adalah sahabat yg setia. Kamu diam di pangkuanku, diam merasakan usapan-usapanku, sesekali kamu menatap wajahku, menatap lekat-lekat, seperti mencari tahu apa yg kurasakan. Tapi aku hanya diam, memandang dua bola matamu hingga lahir rasa ingin mencium keningmu. Kamu tetap diam, seolah keheranan. 
Kenapa??? 
Kenapa?? 
Ada ciuman itu?? 
Kamu enggan, namun ingin. Kau balas aku dengan ciuman di setiap inchi wajahku. Aku bahagia.. aku menikmatinya. Kita seperti telah lama bersama, aku mencondongkan tubuhku, meraihmu. . mendekatkanmu pada tubuhku, dan kupeluk kamu seerat-eratnya. Kuciumi kedua kelopak matamu, kuyakini. . kita saling mencintai. . dan… air mataku tak terbendungkan lagi. Kamu mengusapnya… pelan.. 
Aku tahu… aku mengerti maksudmu. Apa kamu juga merasakan kepedihan dlm hatiku. .? Apa kamu tahu betapa sakitnya semua ini? Iyaa.. iyaa… aku mencintaimu… mencintaimu dengan sepenuh hati.. kita pasti akan terus bersama hingga maut memisahkan. Meski.. kamu ingin terus berlari… terus bermain.. terus mencinta.. terus bebas melepas… 
Aku tetap menerimamu.. aku tetap menginginkanmu..
Jadi, tolong… tolong aku… satu permintaan tulus dari dalam hatiku.. #janganmenggonggong..

*** Kalo bisa anjing itu menjawab, mungkin dia akan menjawab seperti ini….
Lalu aku menjilat-jilat sembari mengitari tubuhmu..aku semakin bersemangat ingin sekali kamu menggendongku..aku tau rasanya dicintai, inilah caraku berterima kasih padamu, menghampirimu setiap kamu datang, menyalak-nyalak tandanya aku perhatian sama kamu..tapi maaf, hanya menggonggonglah yang aku bisa selagi menikmati cintamu sayank.. :*
*** Setelah aku pura-pura untuk menjadi anjingnya, berlagak seperti anjing, kamu hanya membaca pesan itu. Lama kunanti jawabmu… Tidak biasanya ketika aku menulis panjang-panjang kamu hanya membacanya.

“Kamu kenapa sayank?”
“Nggak apa-apa :D”
“Di balik kata ‘nggak apa-apa’ itu ada maknanya”
“Apaaaa… :D”
“Berarti ada apa-apa”
“Apa loohhh dhink…?? Hehehehe”
“Embuuuhh.. Aku bukan dukun”

Lalu kembali lagi kamu tak menjawab pesanku, ya mungkin pesan yang tak perlu mendapat jawabnya, karena bukan pertanyaan. Tiga puluh menit aku menanti jawabmu dan sesekali aku hanya memastikan pesanku berubah dari ’D’ ke 'R’. Benar sekali.. Tiga puluh menit kemmudian, kamu mengirim gambar yang tulisannya seperti di bawah ini..

*di balik 'cie’ ada 'kecemburuan’ di balik 'gpp’ ada 'masalah’ di balik 'terserah’ ada 'keinginan’ di balik 'ya udah’ ada 'kekecewaan’


“Hmmm… Iya kan..”
“Icik..icikkk ehemmmm.. Iyaaa… ({}) Dhink… Tau ga?”
“Ga tau… Apaaaa???”
“:D sedikit perhatian dari org yg kita sayang itu..bisa jd obat yg luar biasa… ({}) Puji Tuhan”
“Akhirnya… :D akhirnya ada yang perhatian”
“Hhahha..huhffhh.. Seseorang itu..bahagia dlm diam..saat aku bahagia. . Tp penuh perhatian saat aku berduka…({}) #cinta”




*menulis lagi pesanmu yang bikin aku nangis malam ini :’)


Hari Minggu kemarin pas sengaja mau ambil orderan oriflame (ga dikirim ke rumah karene kebetulan yang bantuin order upline ku, karena KTPku ekspired sejak Februari 2014, dan E-KTPku belum jadi sampai sekarang), orderannya lagi2 udah diambil sama Tri, jadi tinggal ngambil tester parfum di Bu Ovy kebetulan udah janjian dari lama. skip..
Malamnya seperti biasa kalo aku datang ke Malang (rumahku Malang, tapi termasuk Malang alias kabupaten, malah perbatasan dengan kab. Blitarnya), selalu dijamu sama temen-temen yang ada di Malang *istimewa, kebetulan ada Tri (Tri lagi), Elok, Friska, sama Samid. Lalu apa jamuannya??? Pada penasaran kan... hehehe.Kebetulan semua demen ngopi, meski yang diminum bukan kopi...hahhah, cuma namanya ngopi. Meluncurlah kami ke Monopoli cafe di daerah Suhat, yang paling dekat dari kos-kos'anya Tri (baca: ruko) karena Cangkir Jawa tutup.






Sesampainya di sana, kami langsung nyari tempat yang pewe, kebetulan ada yang lesehan di belakang, tau sendiri kan polah kami seperti apa, pasti seperti abegeh galau yang pura-pura macak dewasa. Baru pegang menu dan baca-baca sambil nungguin pelayannya dateng, tiba-tiba hujan derasssssss. Waooowww, kami yang berencana setelah dari sini karaokean jadi mungsret, tapi masih tetep akan reda bentar lagi jadi kami cuma pesen minuman aja. Sambil nungguin minuman datang, Samid ngeluarin sesuatu yang bisa dimainkan, taraaa domino. Akhirnya kami main domino sampe hujannya reda, meski Friska baru bisa tapi ga pernah kalah, hmmm hoki terus anak ini.



Akhirnya hujan deras telah reda, eitsss bahasanya baku banget. Setelah dari Monopoli kita langsung karaokean, mengeluarkan hasrat terpendam nyanyi di kamar mandi, kebetulan udah jam setengah sebelas dan kami ngambil yang 2 jam, jadi kira-kira sampe jam setengah 1 alias lewat tengah malam. ...skip *ada kejadian yang nggak ngenakin malam itu.


Di pagi hari yang cerah, aku duduk-duduk di depan rumah mencari sinar matahari untuk meregangkan otot setelah semalam istirahat hanya tiduran. Sambil melihat mobil-mobil maupun sepeda berlalu lalang di depanku, mereka mengantar anak maupun cucu ke sekolah.

Tak lama aku di situ aku dihampiri mobil kijang warna biru. Tak asing siapa pengemudinya, yaitu bapak tua yang umurnya sekitar 70an tapi masih energik. Lalu beliau turun sambil bawa botol Sprite yang masih utuh untuk diberikan kepadaku. Aku sudah tau maksudnya, beliau memang terkenal royal pada siapapun, sering memberi makanan atau minuman yang tak diaangka-sangka. Akhirnya kuucapkan terima kasih padanya, tak lupa aku tersenyum dan dalam hati mendoakan. Kejadian ini tidak hanya sekali atau dua kali, tetapi sering. Siapapun yang lewat atau yang dilewatinya pasti diberi, diajak bareng dan sebagainya. Pernah waktu itu saat ibuku masih hidup, didatangi di rumah, karena ibu di kursi roda maka beliau memijat kaki ibu dan mendoakan agar cepat sembuh.

Sungguh perbuatan yang mulia, kelihatannya simple tapi bermakna bagi yang diberi bantuan. Nilai kebaikan yang bisa aku petik dari peristiwa-peristiwa tersebut yaitu berbuat baiklah pada semua orang, tak pandang kapan, di mana dan siapa yang kita tolong. Bahwa perbuatan baik juga tak selamanya harus perbuatan yang besar, tetapi perbuatan sekecil apapun akan selaku diingat oleh orang-orang yang kita bantu.

Selamat pagi dan selamat hari Rabu... Tuhan memberkati dalam segala hal yang baik :)




Lagi iseng ke warnet, karena udah lama nggak megang namanya keyboard semenjak PC di rumah matot :(. Iseng juga ngidupin YM, biasanya sih online nya juga sama Ibu Ovi doank kalo pas beliau free. Bu Ovi itu dosenku, dulu dosen pembimbing dua ku, yang sampe sekarang masih aku anggap sebagai dosenku meski udah diganti, malahan udah seperti ibuku sendiri :)

Tiba-tiba, ada IM dari beliau,selalu terkejut dan terharu...hehheh

2:38:23 PM  
La Choviya Hawa -: non.....masih pengen doraemon nggak?
2:38:38 PM  
dhink_donk: doraemon setiap saat :d
2:38:44 PM  
La Choviya Hawa -: :)
2:39:00 PM  
La Choviya Hawa -: insya allah ntar ya klo pas bu evi mudik, aq titipin
2:39:12 PM  
dhink_donk: wahahhah beneran..
2:39:18 PM  
dhink_donk: makasihh
2:39:20 PM  
La Choviya Hawa -: yo wis lek gak gelem
2:39:30 PM  
dhink_donk: ibu ovi kok ga pernah mudik :)
2:39:36 PM  
dhink_donk: maaaauuuu hehehhe
2:39:38 PM  
dhink_donk: :))
2:39:50 PM  
La Choviya Hawa -: romusha banyak kerjaan
2:39:54 PM  
La Choviya Hawa -: hehheheh
2:40:00 PM  
dhink_donk: ;;)
2:40:16 PM  
La Choviya Hawa -: opoo ketip-ketip
2:40:27 PM  
dhink_donk: aseeiikkkkk dapat oleh2
2:40:40 PM  
dhink_donk: nggak harus ganti dengan yen kan bu
2:40:42 PM  
dhink_donk: hahahha
2:40:48 PM  
La Choviya Hawa -: nggak
2:41:00 PM  
La Choviya Hawa -: aq disini sering dikasih temen2 boneka
2:41:09 PM  
La Choviya Hawa -: uuuakeeh dhink
2:41:15 PM  
La Choviya Hawa -: tapi yok opo bawanya
2:41:16 PM  
dhink_donk: hmmm
2:41:19 PM  
La Choviya Hawa -: mahal di ongkir
2:41:25 PM  
dhink_donk: kwkwkw
2:41:34 PM  
La Choviya Hawa -: sasha sampe bosen maennya
2:41:39 PM  
La Choviya Hawa -: lha nambah terus
2:41:47 PM  
dhink_donk: sini tak borong
2:41:49 PM  
dhink_donk: hhihihi
2:42:05 PM  
La Choviya Hawa -: ongkirnya bikin aq mabok
2:42:07 PM  
La Choviya Hawa -: wkkwkwkkw
dhink_donk: :))
La Choviya Hawa -: rata-rata boneka dari disneyland tokyo
dhink_donk: kebanyakn kali minumya
La Choviya Hawa -: disneyland bo'....
La Choviya Hawa -: aq aja belum pernah kesana
dhink_donk: hadeuhhh
dhink_donk: disneyland itu mana yakk
La Choviya Hawa -: di tokyo juga ada disneyland
dhink_donk: iya..iya
La Choviya Hawa -: mickey, minnie, pooh, piglet...
dhink_donk: :D
dhink_donk: kalo gitu kabeh yo mau wkkwkwkw
La Choviya Hawa -: lha lek nitip bu evi yo ora iso akeh2
dhink_donk: hahhaha
La Choviya Hawa -: paling 1 boneka per pulang
dhink_donk: xixixix kasia bu evi
La Choviya Hawa -: kmaren aq dikasih doraemon sama temen
La Choviya Hawa -: jadi inget dirimu
dhink_donk: hyaaa,,,,,
dhink_donk: ;)


ya begitulah percakapan kami di YM, selalu saja biki sumringah :D

makasi ibu Ovi, arigato...haikkkss :))

Aku dulu merasa jadi orang yang terpuruk, jadi orang yang paling ga ada gunanya, seperti merasa nggak dicintai orang, bahkan sama sekali nggak ada yang mau berteman.

Aku selalu bertanya-tanya dalam hatiku sendiri, kenapa ya aku begini, tidak ada yang mencintaiku, tidak ada yang mendekati aku.

Tapi segalanya berubah, Tuhan telah menunjukkan, bahwa mereka semua mencitaiku, ya setidaknya aku memberi sangat untuk hidupku sendiri, karna hanya semangat dan harapanku dan tentunya cinta mereka yang bisa mempertahankan kesehatan ini bahkan menyembuhkannya. Aku selalu percaya itu.

Berawal saat aku sakit, memang.... Tuhan memberikan anugerah di setiap pesakitan. Di saat aku sakit, terlihat siapa-siapa saja yang tidak peduli, simpati, peduli, sangat peduli atau empati.
Mereka yang tak peduli ya biar, toh tanpa mereka aku tetaplah aku, nggak akan mengubah sifatku untuk mencari simpati. Mereka yang simpati ya sekedar menanyakan bagaiman kabarku dan bertanya-tanya tentang sakitku. Mereka yang peduli, ikut menjengukku, berbagi cerita, berbagi sebagian hasil jerih payahnya untuk meringankan beban biaya jeluargaku, menciptakan tawa di rumah sakit agar keadaan tak lagi menyeramkan. Mereka yang sangat peduli dan empati adalah orang-orang yang selalu bersamaku di saat aku senang dan susah, aku tau yang ada di pikiran mereka, mereka pasti takut jika kehilangan aku. Aku tau, pasti di dalam hatinya sakit,ikut sakit juga melihatku seperti ini. Karena aku tau, kalian begitu mencintaiku sehingga tidak mau terjadi apa-apa sama aku.

Sekali lagi aku mulai ditunjukkan, betapa aku sangat dicintai, banyak yang mendoakan, mereka menunjukkan cintanya padahal biasanya cuek ;)
Dan munculah beberapa yang awalnya tidak kenal, sekarang menjadi kenal, dan mereka semua mencintaiku, care dan sayang. Yaahh.. karena aku BEDA, aku LOVABLE, hmmm setidaknya aku memuji diriku sendiri ehhehhe, biarlah narsis... yang penting tidak mencampuri urusan orang lain apalagi menyakitinya.

Terima kasih semuanya yang telah mencintaiku dengan sangat...aku juga mencintai kalian seperti aku mencintai diriku sendiri, kalian pasti merindukanku.. tenang aku juga kok, bahkan aku selalu merindukan kalian.

Semoga kita sukses dan bahagia di tujuan dan jalan kita masing-masing..

BRAVO...VIVA.... LOVE YOU ALL, ME TOO....( ^^) _旦~~♥.





Hari ini aku kompre alias ujian skripsi, dengan keadaan fisik yang memburuk aku dipaksa untuk berpikir sedikit serius :)
Mesti terseok-seok banyak mereka teman2, adik kelas, dan sahabat saya yang membantu mulai dari redaksional sampai jajanannya.
Harus semangat pikirku, karena mungkin ini yang terakhir..habis ini nggak ketemu sama dosennya lagi..salah satu alesan kenapa aku skripsi tahun terakhir adalah karena aku nggak berani bertatap muka dengan dosen pembimbingnya, yang kedua pasti malesnya, yang ketiga ya apes.
Setelah sehari sebelumnya adalah seminar hasil yang mendadak, segalanya mendadak, menyiapkan slide, sedangkan flashdisknya ketinggalan...duh ada2 aja tow yoh cobaannya, belum lagi baju item putih yang dipinjem belum dikembalikan, mau diambil ga ada motor, dendam aku sama yang minjem. Alhasil saat itu masku yang paling nyebelin tak suruh belanja baju putih sama rok hitam..gila ada nggak tuh ukurannya yang pas sama aku. Pas dia balik dari belanja, yang cukup cuma atasannya. Langsung saat itu minjem mbak kosnya Tri, dicukup2in deh...
Seminar hasil akhirnya berjalan lancar s
tidak sesuau harapan, selain di dalam duhancurkan..masih saja dicereweti sepanjang di dalam ruang sidang gara2 laporan yang acak adut. Okey saya terima. *skip
Kompre....
Aku pikir laporanku bakalan sempurna, yang bantu ngedit saja mahasiswa s2..hhee
Tapi ternyata tidak, lagi 2 dihancurkan oleh 4 dosen.. Bpk. Bambang Dwi Argo, Bpk. Nur Komar, Bpk. Musthofa Luthfi, dan Ibu Rini Yulianingsih... betapa menderitanya saya di dalam 2jam. Berharap ini semua hanya akting saja memarah2iku...tapi ternyata tidak. Ya akhirnya saya dinyatakan tidak lulus. Hei...sedang bermimpikah saya? Oh Tuhan..mereka itu hanya akting...aku dalam hati hanya bergumam seperti itu. Namun sampai mereka keluarpun wajah2 mereka masih sinis dan kejam...wooow fantastik...
Ya sudahlah..nggak papa, masih diberi kesempatan satu bulan untuk revisi lagi..sekarang saatnya merefresh otak..teman2 yang masih ada di situ tak ajak makana2, biarpun aku nggak lulus, ini balas dendamku yang kelaparan seharian nggak makan, balas ke steak n shake (bersambung)



sambungan dari sebelumnya...

sakitku yang nggak kunjung sembuh itu jadi memaksakan aku untuk pergi ke dokter, padahal aku tau kalo ini mendekati hari raya lebaran dan dokter2 itu tak ada yang praktek, adanya waktu itu bidan. Ya terpaksa kesana daripada nggak dapat obat. Sesampainya di bidan, bidannya juga heran, selain bukan ahlinya mungkin ini penyakit aneh, awalnya dikira kena chikungunya karena saat itu lagi musim dan banyak yang kena, pas ditanya "ngilu2 ngga sendinya?", aku menggelengkan kepala. "hmm atau ginjal ya..boyoken ngga?".. lagi2 aku menggelengkan kepala. Untuk sementara dikasih puyer untuk yang gatel-gatelnya ya.. Aku mengiyakan dan langsung pulang, langsung kuminum obatnya seraya ini berdoa ini bulan apa2, sampai besoknya kok sepertinya obatnya nggak ngefek. Aku yang males minum obat segera menghentikan rutinitas minum obat itu, dan sesekali masih melumuri seluruh badan ini dengan minyak kayu putih berharap gatalnya hilang.
Besoknya adalah hari dimana aku kompre, udah malem tidur cuma sejam, kaki semakin bengkak, pandangan semakin kabur hingga melihat slide di laptop aja nggak kelihatan, sebenarnya juga sambil akting juga sih, biar dikira sakit dan pertanyaannya nggak susah2. Tapi dosen2 nggak ada yang mau tau...alhasil aku tidak lulus, dan harus mengulanginnya... *8skip
Saat itu hari raya, dimana yang lain pada merayakan dengan gembira, aku hanya terkapar di kasur, sambil sesekali update status tentang keadaanku yang aneh ini. Banyak sih teman2 yang nanya dan simpati untuk menyuruuh ke dokter aja, tapi kubilang "ini hari raya mana ada dokter yang buka praktek?"
Lalu sahabatku dari TK datang menjengukku, aku sama sekali nggak tau itu mereka, karena mataku tak jelas melihatnya, "monggo mbak, pinarak", kukira tetangg
aku yang kembar belakang rumah. "Heh ndeng, koen loro opo?", mereka sepertinya kwatir melihat keadaanku.
"Yo ngene iki, gatel2 karo abuh sikilku"
"Ayo wis nang rumah sakit ae, daripada koen loro aneh ngene"


Dan dengan sigap, akhirnya saya dibawa ke RS. Wava Husada sama temen2 ini. Langsung ke UGD setelah perjalanan panjang, dengan naik taksi (wwweew, jarang2 lho di Karangkates ada taksi), dengan jalanan macetm karena ini hari raya pertama, Di UGD saya masih bisa jalan sendiri dengan terseret-seret.
"Siapa ini yang sakit?"
"Saya suster", aku mengacungkan tangan
"Ohh.. keluhannya apa mbak?"
"Kaki bengkak, dan seluruh badan gatal, juga ini pandangan mata agak blur"
"Ok, saya tensi dulu ya, silahkan naik ke bed"
Baiklah akhirnya aku di tensi sama suternya, sampek ping bolak-balik, karena mungkin dia gak yakin sama angkay yang ditunjukkan sama tensimeter itu.
"Kenapa suster, kok bolak-balik tensinya?"
"

Perjalanan kami (7 orang yang beberapa baru kenal) Dian (aku), Prista, Dani, Iwan, mas Irwan, Iwan satunya dan Njoop dari kepanjen menuju pantai sendang biru selama 2 jam dengan motor beriringan akhirnya sampai pada bibir pantai yang menghadap lautan bebas samudera hindia
dengan pengalaman 3 orang dari kami..dapat m
eyakinkan sang ranger hutan konservasi sempu, padahal peralatan kami tidak memenuhi saat itu, seperti aku yang salah kostum..hhhaaha
dengan menyewa kapal untuk menyeberang ke pulau yang saat itu masih seratus ribu, 15 menitpun telah sampai..meski nggak harus berlabuh di pantainya, karena pinggirnya sangat dangkal bisa saja perahu karam..berhentilah kita di teluk semut..dan kita harus jalan kaki berbasah2an sepaha sejauh 10meter..cukup menantang juga...

perjalanan kita dimulai dari sini, memasuki hutan konservasi sempu yang lebih banyak tantangannya, karena beberapa hari sebelumnya sempat hujan sehingga medan terlalu berat, apalagi dengan aku yg bertubuh gendut dan salah kostum ini
lumpur yang basah ini bisa memerosokkan kaki sampai selutut maupun berjalan merayap harus kita lewati, apalagi persediaan minum yang menipis, aku yang kebanyakan minum, seolah-olah tak sanggup meneruskqn perjalanan ini.. yang setiap berpapasan dengan rombongan lain selalu bilang kalau perjalananya masih kurang separuh perjalanan lagi.
ada lagi yang paling menakutkan adalah melewati jembatan yg hanya terbuat dari 2buah bambu, miris mau nyebrang, berpikiran kuat apq nggak menyangga tubuhku ini..
setelah itu masih saja harus terpeleset2 ketika kita tidak pas memijakkan kaki pada tanah yang padat, hanya berpegangan dengan akar2 pohon2 yang menjuntai..ohh sungguh menderita, sempat menyesal kenapa aku jadi ikut ke perjalanan ini...
namun setelah hampir 4jam dengan nafas yang terengah-engah akhirnya kita mencium bau pantai juga, mendengar suara ombak serta melihat birunya serta jernihnya air segara anakan..ingin segera sampai saja..
dan pada akhirnya kita sampai juga di segara anakan, berteriak dan bersorak, dan langsung menceburkan diri ke dalam airnya yang jernih, tak peduli dengan keadaan masing2, dengan pakaian kitq yqng penuh lumpur serta kaki2 kami penuh luka bekas tertusuk akar dan karang, terasa perih sih luka yang terkena asinnya air laut, tapi itu semua terbayarkan dengan apa yang ada di depan kita..apa yang kita lihat.. surga di ujung selatan malang, segara anakan, laguna yang memanjakan mata seperti di film the beach... oh surga...surga...ini yang namanya surga 


*beberapa tahun yang lalu





Hari-hari menjelang aku kompre serasa sangat berat, tiba-tiba saja aku jatuh sakit, mirip seperti 'gabagen', gatal di seluruh tubuh dan kemerahan, kakikupun ikut bengkak sepatu aja hampir nggak cukup, matapun sedikit kabur, ya ampun sakit apa ini aku..
Segera aku browsing di google dengan gejala-gejala seperti itu. Dengan pengetahuan sebisanya, aku membaca beberapa gejala penyakit yang hampir sama, aku minum parutan kunir dan madu sesuai dengan apa yang tertulis di situ. 3 haru berturut-turut aku meminumny
a namun tak kunjung sembuh.... (bersambung)
Previous PostOlder Posts Home
Powered by Blogger.

Ads Top

About Me

My photo
Malang
dian arum widayanti mahasiswa abadi yang akhirnya lulus juga, mengalami gagal ginjal adalah cara Tuhan memperlihatkan CintaNya kepadaku, dan itu bukan membuatku gagal dalam berbagai hal

Followers

Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail
Powered By Blogger

Blog Archive

Translate

Pages

Twitter

Follow dhink2 on Twitter

Facebook

Advertising

Popular